Tarian Cakalele

Tarian Penghormatan dan Keramahtamahan Kesultanan Ternate

Tarian Legu Salai adalah warisan luhur Kesultanan Ternate yang mengandung nilai filosofi mendalam tentang adab, hormat, dan kemanusiaan. Legu berarti hormat, Salai berarti menyambut. Maka tarian ini adalah wujud nyata dari falsafah “Jou se ngori” menghormati tamu sama seperti menghormati diri sendiri.

Filosofi Gerak dan Simbol

Setiap ayunan tangan yang lembut melambangkan keterbukaan hati dan ketulusan dalam menerima.Setiap langkah yang teratur dan serempak mencerminkan kebersamaan, keteraturan, dan disiplin dalam bingkai adat.Busana kebesaran yang dikenakan penari melambangkan marwah, kehormatan, dan harga diri Kesultanan yang tidak pernah luntur oleh zaman. Tarian ini bukan sekadar pertunjukan. Ia adalah bahasa tubuh tentang bagaimana orang Ternate memuliakan tamu. Dalam pandangan masyarakat Ternate, tamu adalah titipan Tuhan. Karena itu penyambutan harus dilakukan dengan sepenuh jiwa, bukan hanya raga.

Makna Hidup

Melalui Legu Salai, masyarakat Ternate mengajarkan 3 nilai utama. Hormat-Menghargai sesama tanpa memandang pangkat dan kedudukan. Tata Krama-Menjaga sikap, tutur, dan tindakan agar selaras dengan adat. Keramahtamahan-Membuka pintu dan hati bagi siapa saja yang datang dengan niat baik.

Sampai hari ini, Tarian Legu Salai tetap dipersembahkan dalam penyambutan tamu agung sebagai bukti bahwa budaya Ternate menjunjung tinggi manusia dan kemanusiaan.

© 2026 Dinas Kebudayaan Kota Ternate